“Siapa?”,
hanya sepatah pertanyaan itu yang mampu di ucapkan Jany.
“aku sangat mengenalmu, aku ingin menjadi sesuatu yang bisa merubah kebisuanmu. Aku ingin menjadi sebab mata mu melihat keindahan dunia dan terbangun dari kesedihan panjang, bahwa hidup bukan hanya untuk bersedih, kenapa selalu mendung dan mengapa selalu gelap yang terpandang, padahal cahaya itu dekat. Pintu-pintu kebahagiaan tersedia untukmu”, makhluk aneh itu berdalih.